f Berkunjung Ke Gua Walet - BIMASUMBAWA.COM | Budaya dan Pariwisata

Header Ads

Berkunjung Ke Gua Walet



Dari berbagai literature, tentunya kita telah mengetahui, Sarang burung walet  dikenali sebagai makanan berkhasiat untuk golongan orang yang berkemampuan dan berada. Ini adalah kerana sarang burung walet dijual dengan harga yang mahal di pasaran mengikut gred yang tertentu.Sarang burung walet  mampu melancarkan fungsi paru-paru, melegakan batuk, membersihkan darah dan memulihkan tenaga selepas demam. Selain itu, ia mampu memulihkan penyakit asma, menguatkan daya ingatan dan kecergasan minda, menambah daya tahan tubuh, melancarkan peredaran darah dan meningkatkan kekuatan jantung serta ia boleh dijadikan makanan tambahan bagi menghambat proses penuaan.




Di kabupaten Bima NTB, terdapat dua Gua Sarang Burung Walet alami yang telah ada sejak zaman kerajaan dan kesultanan Bima. Dua Gua Walet itu adalah di kecamatan Parado tepatnya di Lere yang berbatasan dengan Samudera hindia dan di Nisa Sobu kecamatan Sape.Gua Sarang Burung Walet ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi dan pelestarian. Bagi Pemerintah Kabupaten Bima, Sarang Walet menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah.  Penasaran ingin melihat dari dekat dimana she Gua Sarang Walet itu dan bagaimana proses pengambilannya saya mengikuti rombongan Wakil Bupati Bima pada bulan Maret tahun 2006 bertepatan dengan panen perdana Sarang burung Walet.


                Kami start di pelabuhan Sape dengan menaiki Speed boat menuju Nisa Sobu ( Pulau kecil tempat gua Sarang burung wallet itu). Jarak tempuh menuju pulau kecil ini lebih kurang satu jam menyusuri selat Sape yang indah. Sebenarnya saya sangat cemas naik perahu, apalagi gelombang pada saat itu cukup tinggi. Tapi karena keinginan untuk melihat Sarang burung wallet, kecemasan itu saya kubur untuk sementara waktu.
               

  
Subhanallah, kalimat itu spontan kulafazkan ketika speedboat mendekat ke arah sebuah pulau karang tempat dimana sarang burung wallet itu berada. Pulau ini tidaklah terlalu besar. Dimusim hujan banyak ditumbuhi lumut dan ilalang kecil. Ada juga beberapa pohon yang tumbuh di pulau ini. Sungguh sebuah keindahan tersembunyi yang memang menjadi tempat tinggal ribuan wallet yang membangun sarang di tempat ini.Perjalanan menuju gua sarang Burung wallet memang cukup melelahkan. Kita harus melewati batu-batu karang terjal yang menjadi penyangga pulau ini. Tetapi semilir angin dan hempasan ombak yang mengarah ke pulau ini adalah nyanyian keabadian alam yang tetap senantiasa menjadi simponi tersendiri dalam perjalanan menuju Gua Walet. Perjalanan menuju Gua Walet di pulau ini memakan waktu sekitar 15 Menit.
          
Inilah karang-karang terjal dan curam di bibir Gua Sarang Burung Walet. Memandang ke dalam cukup gelap dan di bawah sana terlihat cukup dalam. Sedikit saja kita tergelincir, maka kita akan jatuh dan Insya Allah kita tidak akan dapat ditemukan lagi. Karena Gua ini langsung berada di dasar laut. Petugas pengambil Sarang Walet memang harus orang-orang yang lincah, berani dan cekatan. Karena tidak sedikit juga korban yang terpeleset di bawah dasar gua dan tak akan pernah kembali lagi.


Untuk masuk ke dalam Gua, petugas harus menggunakan Galah. Alat bantu penerangan yang digunakan adalah senter yang dililitkan talinya di leher. Mereka harus menggunakan cawat dan tidak diperkenankan untuk menggunakan baju dan celana yang bersaku. Hal itu untuk menjamin kejujuran mereka dalam mengambil Sarang burung Walet. Jika mereka ngotot memakai pakaian, maka mereka terancam dipecat. itulah aturan main yang ditetapkan oleh pimpinan Perusahaan Pengelola Sarang Burung Walet. Ketika memasuki Gua, mereka harus berdoa dan memohon kepada Allah, semoga mereka senantiasa dilindungi.  

Inilah tumpukkan Sarang Burung Walet yang baru diambil dari Sarangnya. Sarang ini masih basah dan perlu dieringkan dulu. Harga 1 kilo Sarang Burung Walet cukup bervariatif dan mencapai puluhan juta rupiah. Sarang burung Walet merupakan aset PAD terbesar di Kabupaten Bima. Khusus untuk Sarang Burung Walet di kecamatan Sape ini, mampu menyumbang sekitar 2,5 Milyar pertahun. Sedangkan di kecamatan Parado hanya sekitar 1 Milyar Rupiah.  (Alan Malingi )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.