f Cahaya Keagungan - BIMASUMBAWA.COM | Budaya dan Pariwisata

Header Ads

Cahaya Keagungan

Foto di waktu subuh oleh Irham Anwar 
Masjid ini adalah saksi sejarah kejayaan Islam di Dana Mbojo. Dibangun oleh Sultan Bima ke VIII Abdul Kadim pada tahun 1770 dengan tipe bangunan seperti masjid Demak. Kemudian dilanjutkan oleh puteranya Sultan Abdul Hamid. Pada masa pemerintahan Sultan Ismail, dibangunlah menara seperti masjid Menara Kudus. Pada tahun 1944, masjid ini dibom oleh sekutu dan yang tersisa hanya mihrabnya. Sultan Muhammad Salahuddin membangun kembali masjid ini sesuai bentuk aslinya.kemudian pada tahun 1990 Dr.Hj. Siti Maryam Salahuddin menata masjid ini dengan dominan cet putih sebagai lambang cahaya Islam yang terus bersinar di Bima. 

Upaya sungguh sungguh dari para sultan Bima membangun masjid ini adalah bukti kecintaan terhadap Islam dan sejarah sebagai warisan tak ternilai untuk anak cucu. Upaya Sultan Muhammad Salahuddin membangun kembali masjid ini setelah dibom adalah spirit perjuangan yang tak pernah padam untuk warisan sejarah Bima.

Meskipun bertipe Demak atau Menara Kudus, namun kearifan lokal tetap terjaga dengan menyelipkan unsur NGGUSU WARU di atap menara maupun atap masjid. NGGUSU WARU sebagai landasan Delapan sendi kepemimpinan di Dana Mbojo benar benar diimplementasikan dalam bentuk bangunan dana ragam ornamen. Beberapa contoh Nggusu Waru yang masih dapat diumpai adalah lare lare Asi Mbojo, bangunan Paruga Nae, nisan, dan ornamen bangunan.

Penulis : Alan Malingi 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.