f Menjadikan Sagele Sebagai Wisata Musim Tanam - BIMASUMBAWA.COM | Budaya dan Pariwisata

Header Ads

Menjadikan Sagele Sebagai Wisata Musim Tanam




Setiap memasuki musim tanam, di Bima memiliki tradisi unik dalam menanam. Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat Bima menanam padi di ladang atau tegalan dengan bersenandung dan diiringi alat musik Biola dan Gambo (sejenis musik gambus). Tradisi ini dikenal dengan  Arugele dan Sagele.  Arugele adalah senandung menanam tanpa diiringi alat musik Biola atau Gambo. Sedangkan Sagele diiringi Biola atau Gambo. Arugele masih dapat ditemui di lereng Lambitu seperti di sambori,Teta,Kuta, Tarlawi,Donggo dan sekitarnya. Sedangkan Sagele dapat ditemui di lereng pegunungan di sebelah utara dan timur kota Bima. Arugele diiringi senandung arugele saja. sedangkan sagele diiringi dengan berbagai macam lagu lagu Rawa Mbojo. 


Diperkirakan arugele lebih dulu ada daripada sagele. Sagele merupakan proses pengembangan dari kesenian Arugele seiring perkembangan zaman dan masuknya Biola dan Gambo di.Bima Dompu. Saat ini arugele sudah jarang diadakan di sambori dan sekitarnya, malah sebagai hiburan anak anak muda disana membawa Tape Recorder kecil dengan musik musik dangdut diputar sebagai hiburan disaat menanam. Hal itu tidak bisa dipungkiri karena memang kesenian itu bersifat dinamis mengikuti perkembangan zaman. Tidak tertutup kemungkinan, suatu saat nanti orang orag akan nge-band di tengah ladang atau membawa organ tunggal sebagai bentuk sagele moderen.

Endo Suanda, Direktur Lembaga Pendidikan Seni Nusantara mengatakan bahwa arugele dan sagele adalah musik kerja yang unik dan perlu dilestarikan. Sagele memantik semangat kerja bagi para pelakunya. Karena sagele dan arugele sebagai bentuk apresiasi cita,rasa dan karsa manusia Bima sejak berabad abad silam yang menggugah rasa indah dalam diri manusia. Saya melihat sagele dan arugele adalah potensi bagi Bima,jika Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata mengagendakan sebagai salah satu destinasi wisata minat khusus WISATA MUSIM TANAM. kegiatan.ini difasilitasi selama sepekan dengan berkoordinasi bersama seniman sagele dan pemilik lahan untuk menetapkan waktu tanam serentak selama sepekan.kemudian kegiatan ini dipromosikan melalui media sosial dan instansi pemerintah,sekolah sekolah serta perguruan tinggi dan komunitas masyarakat lainnya untuk mengikuti Wisata Musim Tanam. Di tahun pertama mungkin minat belum banyak,tetapi jika terus diagendakan,maka sagele dan arugele akan menjadi obyek wisata minat khusus di Bina Dompu dengan suguhan menu kuliner khas Biima.

Penulis : Alan Malingi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.