f Misteri Kapal Portugis Di Pulau Ular - BIMASUMBAWA.COM | Budaya dan Pariwisata

Header Ads

Misteri Kapal Portugis Di Pulau Ular

Dua pohon kamboja yang diyakini sebagai kapal Portugis

Mendengar nama Ular binatang yang satu ini, anda janga dulu merasa takut atau trauma. Yakinlah bahwa ribuan ular yang ada di pulau ular ini tidaklah seseram yang anda bayangkan. Ular-ular di pulau ini sangat ramah dan bersabahabt dengan manusia. Mau buktikan ? Untuk itu, kunjungilah “ Pulau Ular “ yang berada di desa Pai Kecamatan Wera Kabupaten Bima.

Pulau Ular merupakan Salah satu pulau yang berada di tengah perairan bagian timur wilayah kecamatan Wera. Pulau ini juga bersebelahan dengan dua obyek wisata andalan daerah kabupaten Bima, yaitu pulau Gilibanta dan Tolowamba. Pulau ini merupakan habitat bagi populasi ular laut dengan keunikan warnannya putih silver dengan kombinasi hitam kilat. Ular-Ular ini jinak dan bersahabat dengan wisatawan yang mengunjunginya. Pulau ular dapat dijangkau dengan jarak tempuh sekitar 45 menit perjalanan dari kota Bima menggunakan transportasi darat.

Seperti sebuah kapal yang sedang berlayar 
Selanjutnya untuk menuju Pulau Ular, anda menggunakan perahu /sampan yang telah disediakan masyarakat sekitar dengan waktu tempuh 15 menit dari daratan. Mengunjungi obyek wisata “ Pulau Ular “ Anda juga disuguhkan dengan keindahan pesona laut Bima. Dari pulau ini juga anda dapat melihat Gunung Api Sangiang yang terus diselimuti kabut serta keindahan pulau-pulau karang lainnya.

Dalam legenda pulau ular merupakan jelmaan dari kapal protugis yang terdampar di perairan Wera. Ular-ular tersebut adalah jelmaan para penumpang dan ABK Kapal. Sedangkan dua pohon Kamboja yang tumbuh di kedua sisi pulau itu merupakan jelmaan dari tiang-tiang kapal portugis. Meskipun itu adalah legenda, namun Pulau Ular sudah semakin dikenal dunia. Banyak wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke pulau ini. Pemerintah Daerah harus segera menata pulau ini, membangun fasilitas jalan, fasilitas semacam baruga-baruga di pinggir pantai desa Pai untuk disewakan kepada pengunjung dan akan menjadi sumber PAD bagi Daerah. Semoga…..!

Penulis : Alan Malingi


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.