f Surat Untuk Menantu - BIMASUMBAWA.COM | Budaya dan Pariwisata

Header Ads

Surat Untuk Menantu


Di bawah ini adalah surat yang ditujukan oleh Sultan Muhammad Salahuddin Bima kepada Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa. Meskipun surat ini adalah surat resmi kesultanan Bima kepada Kesultanan Sumbawa, tetapi dari isinya menunjukkan hubungan kekeluargaan antara kedua kesultanan sebab Sultan Muhammad Kaharuddin III adalah menantu dari Sultan Muhammad Salahuddin. Permaisuri dari Sultan Sumbawa ini adalah Siti Khadijah puteri dari Sultan Muhammad Salahuddin bersama permaisuri pertamanya Siti Maryam.

Surat ditulis pada tanggal 14 Desember 1949 dengan menggunakan banyak kata “ayahanda “  dan “ ananda”.  Misalnya pada pembuka surat menyebutkan “ Dipermaklumkan kepada anakda serta keluarga bahwa kami seisi Istana adalah dalam keadaan sehat wal’afiat adanya, semoga tuhan melimpahkan rahmat selamat seterusnya ke hadapan anakda beserta keluarga hendaknya.”

Pada bagian isi surat, Sultan Muhammad salahuddin menguraikan sebagai berikut : “ Selanjutnya ayahanda ma’lum kehadapan ananda, ayahanda telah menerima surat – kawat dines tanggal 12, 12, 1949 dari Sumbawa (daerah), dimana dinyatakan bahwa dengan presiden  NIT tanggal 26/11-49 No. 1604-prb/49 maka mulai satu oktober 1948 dibebani dengan pelaksanan Djawatan Comisaris Negara Selatan di Singaraja P. Tuan Mr.A. Verhoof, presiden yang dperbantukan pada Comisaris Negara Selatan di Singaraja.”

Selanjutnya, Sultan Muhammad Salahuddin mengutarakan kekecewaanya atas pengangkatan  Comisaris Negara yang bukan dari orang Indoensia. Dalam hal ini isi surat itu menyatakan, “ bagi ayahanda merasa kecewa, apakah sebabnya diangkat seorang dari Bangsa Belanda yang memangku jabatan tersebut, sedang d idalam sidang atau Comperensi Kepala – Kepala daerah dalam bulan Agustus 1949 di Makassar telah disetujui bersama, bahwa yang diangkat menjabat Comisaris Negara itu, haruslah seorang bangsawan Indonesia yang cakap dalam menjalankan jabatan tersebut.”

Dalam hal ini, ayahanda meminta dengan hormat, kiranya ananda dapat diperoleh penjelasan atau keterangan atas keangkatan seorang Belanda ini untuk menjabat Comisaris Negara. Pendirian ayahanda tetap bahwa yang diangkat menjabat pangkat Comisaris Negara itu haruslah berbangsa Indonesia, karena hal itu tjoktjok dan sesuai dengan perasaan jiwa nasional kita.

Dari Isi surat tersebut mencerminkan sikap dan pandangan Sultan Muhammad Salahuddin yang tidak setuju dengan pengangkatan Mr.A. Verhoof, presiden yang dperbantukan pada Comisaris Negara Selatan di Singaraja dan mempertanyakan kepada menantunya Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa.

Penulis : Alan Malingi

Sumber : Arsip Surat-Surat Muhammad Salahuddin 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.