f Kue Lapis Kehidupan - BIMASUMBAWA.COM | Budaya dan Pariwisata

Header Ads

Kue Lapis Kehidupan

Kita tentu pernah melihat kue lapis yang berwarna-warni, ya begitulah sesungguhnya kehidupan yang kita lalui ia senantiasa berlapis-lapis dan kaya akan warna. Kadang lapisannya begitu tebal, bisa juga tipis. Suatu ketika warnanya lembut bagai gradasi, disaat lain ia begitu ekstrim perubahan warna satu kewarna yang lain.

Tebal tipisnya kue lapis ibarat kita melalui setiap etape kehidupan. Suatu saat episode kehidupan kita lalui dengan singkat, dilain waktu tahapan hidup ini terlewati begitu panjang. Kebahagiaan itu terasa singkat padahal anugerah usia kebahagiaan diberikan begitu panjangnya. Namun, bila batu ujian itu ditempatkan dalam satu sisi pendek waktu kita, ia akan terasa lama dan melelahkan. Panjang atau pendeknya sebuah episode kehidupan yang berisi nikmat kebahagiaan atau tantangan ujian dan musibah sesungguhnya ia akan berasa lama atau singkat tergantung pada luas atau sempitnya hati kita menerima semua itu.

Lapisan warna kue lapis bisa berupa gradasi warna dari warna muda berlahan menuju warna tua, atau berupa warna-warni yang ekstrim dan sangat kontras dengan warna sebelumnya bahkan tidak nyambung. Begitulah kehidupan ini, Tuhan memberikan sesuatu baik kesuksesan maupun kegagalan bisa jadi bertahap dari yang ringan hingga yang tersulit, dari sekedar dapat menebar senyum bahagia hingga segudang harta yang digunakan untuk indahnya berbagi baik secara tiba-tiba tanpa bisa diduga dan diterka oleh nalar manusia atau dalam kebertahapan yang lembut hingga tak terasa. Saat begitu berkuasa dan dalam limpahan kebahagiaan tiba-tiba jatuh menjadi tak memiliki apa-apa. Ketika saat kebertubi-tubian kesulitan dan kenestapaan hidup dalam kekurangan berupa kepapaan, seketika dianugerahi rejeki nomplok yang merubah semuanya. Zigzagnya kehidupan akan penuh dengan kebahagiaan saat semua warna-warninya dilalui dengan langkah yang penuh kesabaran dan kesyukuran atas apapun yang ditakdirkan-Nya dalam setiap episode kehidupan kita.

Setiap lapis persinggahan kehidupan yang singkat menuju tempat Abadi ini tentunya tidak mudah bagi kita menghadapi beraneka warna dan dinamika didalamnya kecuali dengan kelapangan hati, bersabar dan bersyukur.


Penulis : Iwan Wahyudi 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.