f D Punggung Kabanta - BIMASUMBAWA.COM | Budaya dan Pariwisata

Header Ads

D Punggung Kabanta

Penulis Di jalan menuju Kabanta di atas dua bukit yang membelah lembah Kabanta 
Kabanta adalah nama dari sebuah kampung di ujung timur kota Bima. Kabanta berada di ketinggian di atas 500 mdpl dan dari punggung gunung Kabanta mata menyapu wajah kota Bima dan teluk Bima. Kampung Kabanta hanya terdiir dari 3 RT dan 1 RW dengan penghuni sekitar 200 kepala keluarga. Kabanta berada di atas dua lembah curam di sisi selatan dan utara . Sepanjang perjalanan sejauh mata memandang tanpak lembah lembah curam di antara hamparan ladang jagung yang beberapa hari kedepan akan mulai panen.
Hamparan lahan jagung di punggung kabanta
Kabanta masuk dalam wilayah kelurahan Nungga kecamatan Rasana e Timur Kota Bima. Orang orang Kabanta mengaku berasal dari kampung Kuta di bawah puncak Pundu Nence.Mereka juga menyebut dengan Rasa Bedi atau Pagar Watu. Penemuan meriam, cobek batu dan perkakas kehidupan di sekitar Pundu Nence menjadi petunjuk bahwa pada masa lalu ada tatanan kehidupan di sana.
Bersama Pak Usman mengelilingi Dusun Kabanta 
Usman 90 tahun, salah seorang tetua di Kabanta mengemukakan bahwa di bawah Pundu Nence ada perkampungan yang bernama Kuta kemudian mereka turun ke lembah antara Nggaro Nangga dan Toloweri menata kehidupan di kampung yang mereka berinama dengan Kuta juga. Apakah orang orang di Kuta Parado dan Kuta kecamatan Lambitu adalah satu rumpun atau keturunan? Usman mengakui bahwa mereka berasal dari Kampung Kuta di bawah puncak Pundu Nence.
Di antara Ladang Jagung Di Punggung Kabanta 
Jika dikaitkan dengan sejarah Bima, Putra Raja Bicara Bilmana yang bernama La Ara bergelar Ma Mbora Di Pundu Nence atau yang mangkat di Pundu Nence, maka besar kemungkinan kampung Kuta didirikan oleh La ara yang merupakan adik dari La Mbila Ma Kapiri Solor.
Di tanjakan pertama menuju Kabanta 
Kabanta adalah adalah keindahan teesembunyi di timur kota Bima. Kabanta sangat cocok untuk dijadikan destinasi wisata agro dengan aneka buah dan sayuran yang ditanam di punggung gunung yang di bawahnya mengalir dua sungai jernih yaitu sungai Lela dan sungai Busu. Sejak tahun 2017 akses jalan menuju Kabanta sudah dihotmix. Arus manusia, barang dan jasa semakin lancar.

Penyulis : Alan Malingi 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.