f Langgar Kuno Riwayatmu Kini - BIMASUMBAWA.COM | Budaya dan Pariwisata

Header Ads

Langgar Kuno Riwayatmu Kini


Senin, 30 April 2018 Sanggar Seni Gong 96 STKIP Bima menggelar diskusi budaya dengan tema “ Masih Peduikah Kita Terhadap Budaya ? “ dengan fokus diskusi pada keberdaan cagar budaya Langgar Kuno kelurahan Melayu Kota Bima serta jejak islam di tanah Bima. Diskusi itu menghadirkan narasumber Alan Malingi, Masyta putri dari almarhum Hasan Ali penjaga Langgar Kuno dan Drs. H. Hasanuddin Wahid yang berkaitan dengan Nggusu Waru dan kesultanan Bima.

Langgar Kuno adalah salah satu situs cagar budaya yang memiliki peranan penting bagi perjalanan sejarah Bima, terutama jejak-jejak peradaban islam di tanah ini. Jika merujuk pada keterangan keluarga Hasan Ali dan petunjuk pada papan nama situs, Langgar kuno itu kini telah berusia 410 tahun sejak dibangun pada tahun 1608 M. Keberadaan Langgar Kuno terabaikan oleh Pemerintah meskipun telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya. Kepedulian dan perhatian terhadap langgar ini hanya ditunjukkan oleh para penjaga dan pengurus langgar, elemen wartawan yang tahun lalu melakukan pembenahan dan pengecetan, Kalikuma, komunitas makembo, dan komunitas peduli lainnya, kalangan mahasiswa dan peneliti serta insan-insan yang peduli.

Irham Anwar, SH, MH ( Aji Irham Dae Weo), mantan kepala Imigrasi Bima telah meberikan perhatian besar terhadap upaya pembenahan langgar kuno. Ada juga dari perorangan yang tidak ingin disebutkan namanya dalam membantu pembenahan langgar ini seperti perbaikan sarana toilet, pengeboran air dan bantuan bantuan fasilitas dan perlengkapan untuk TOQ Langgar kuno. Sebagai cagar budaya memang tidak bisa dilakukan perubahan apapun terhadap kondisi langgar kuno karena terikat dengan ketentuan undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

Diskusi yang digelar Gong 96 STKIP Bima menitipkan pesan yang mendalam terhadap sejauhmana kepedulian kita semua terhadap keberadaan Langgar Kuno ini. Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Bima harus memiliki peran besar dalam hal penataan dan pembenahan langgar kuno ini sesuai ketentuan Undang-Undang Cagar Budaya. TPQ Langgar Kuno yang dibentuk oeh warga sekitar bersama putera puteri almarhum Hasan Ali senantiasa mendendangkan syair dan pesan keluguan peradaban masa silam ketika Langgar Kuno ini dijadikan pusat peribadatan dan syiar islam yang terus berkumandang kala itu.

Kita berharap, melalui gerakan gerakan peduli yang telah digaungkan oleh elemen masyarakat dan perseorangan terhadap Langgar Kuno ini akan memberikan support dan dorongan kepada Pemerintah selaku pengambil kebijakan untuk menyelamatkan langgar kuno dari kehancuran.

LanggarKuno,nasibmu kini di tangan kepedulian generasimu.........!
Penulis: Alan Malingi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.