f Nggahi Rawi Pahu - BIMASUMBAWA.COM | Budaya dan Pariwisata

Header Ads

Nggahi Rawi Pahu


Filosofi Nggahi Rawi Pahu telah menjadi motto dari kabupaten Dompu dan menjadi icon daerah ini sehingga dikenal dengan “ Bumi Nggahi Rawi Pahu “. Filosofi ini tentu tidak lahir secara spontan, tetapi bersumber dari pengalaman hidup masyarakat Bima dan Dompu sejak lama. Tipikal masyarakat yang pekerja keras adalah sumber inspirasi lahirnya filosofi ini di kalangan masyarakat. Nggahi berarti berkata atau berbicara. Rawi berarti  bekerja. Pahu berarti wajah atau dalam filosofi ini berarti mewujudkan atau mengimplementasikan. Secara harfiah Nggahi Rawi Pahu berarti kata, perbuatan dan rupa. Tetapi secara denotatif ungkapan ini berarti menyatukan kata dengan perbuatan atau mewujudkan antara kata dengan perbuatan. Menurut Anwar Hasnun, ungkapan ini mengandung petuah agar kita tidak hanya pintar berbicara, tetapi apa yang dibicarakan harus diwujudkan sesuai kenyataan. Nggahi Rawi Pahu juga mengandung tekat, berbuat dan berusaha.
Filosofi Nggahi Rawi Pahu adalah perwujudan dari sikap konsisten dalam hidup dan kehidupan ini. Sejalan dengan pesan Nggahi Rawi Pahu, para tetua di Bima dan Dompu juga menitipkan satu untaian kalimat “ Renta ba lera, kapoda ba ade, karawi ba weki. “ Renta ba lera berarti diucapkan oleh lidah. Kapoda ba ade berarti dikuatkan oleh hati. Karawi ba weki berarti dikerjakan oleh raga. Hal itu berarti setiap yang diucapkan atau diikrarkan oleh lidah, kemudian dkuatkan oleh hati dan selanjutnya dikerjakan oleh tubuh. Inilah gambaran menyatunya kata dengan perbuatan. Tetapi dalam kehidupan ini, kita menyaksikan banyak orang yang begitu mudah mengumbar kata, namun tidak sesuai kenyataan. Banyak orang yang berjanji dan berkampanye di mimbar-mimbar namun apa yang diucapkannya itu tidak sesuai dengan perbuatan.
Suryadin, SS. M.Si, pernah menulis tentang “ Nggahi Wari Pahu “, atau berbicara kemudian berpaling muka. Kata dan janji hanya sebatas di mimbar-mimbar pidato atau kampanye, tetapi tdak diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Dalam pergaulan hidup ini, kita dapat menyaksikan betapa banyak orang yang terjerat dan terjebak  dengan ucapannya sendiri. Misalnya dia melarang orang untuk melakukan riba, tetapi dia dan keluarganya justru pelaku riba. Inilah salah satu contoh setelah berkata berpaling muka.Dengan kata lain, ajakan  itu hanya sebatas seremonial tetapi tidak diwujudkan dalam aksen keseharian.
Ada juga ungkapan yang tidak sejalan dengan Nggahi Rawi Pahu yaitu Nae Gamba Tiwara Pahu. Nae berarti besar. Gamba berarti gambar. Tiwara berarti tidak ada. Pahu berarti rupa. Na;e gamba tiwara pahu berarti besar gambar tidak ada rupa. Ungkapan ini menjadi gambaran seseorang yang banyak berbicara atau mudah berbicara, tetapi tidak ada rupanya. Dalam pergaulan hidup ini kita sering mengamati orang orang seperti ini. Banyak berbicara dan cenderung sombong serta bangga, tetapi tidak berbuat. Sejalan dengan ungkapan ini, saya juga sering mendengar “ Nae gamba to’i layar artinya besar gambar tetapi layarnya kecil. Ungkapan lain yang sering kita dengar di masyarakat Bima adalah “ Ese Ngemo Awa Ntu’u kai. Ese berarti tinggi. Ngemo berarti terbang. Awa berarti rendah. Ntu’u Kai berarti tempat hinggapnya. Ese Ngemo Awa Ntu’u Kai berarti tinggi terbang tetapi rendah tempat hinggapnya. Ungkapan ini menggambarkan orang yang tinggi angan atau tinggi ucapan, tetapi tidak terbukti.
Nggahi Rawi Pahu adalah ungkapan yang berisi tekat yang kuat untuk mewujudkan apa yang diikrarkan dengan sikap dan perbuatan. Jika dicermati secara mendalam, ungkapan ini sangat berat dan menantang kita untuk senantiasa bersikap konsisten terhadap apa yang kita ungkapan dan kita wujudkan. Menyatukan kata dengan perbuatan tidaklah mudah karena banyak tantangan yang kita hadapi setelah kita mengucapkan dan meneguhkan dengan niat. Tetapi ciri kemuliaan seseorang adalah bagaimana dia mampu menyelaraskan antara kata dengan perbuatan sehingga menyatu dalam derap kehidupannya.
Mari kita berjuang dan berusaha untuk menjadi insan yang Nggahi Rawi Pahu....!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.