f Saronco Sarome - BIMASUMBAWA.COM | Budaya dan Pariwisata

Header Ads

Saronco Sarome


Para tetua di Bima sering melempar untaian pantun yang berkaitan dengan senyum dan beberapa makna untaian senyuman terutama senyum kaum perempuan. Dari bait bait pantun yang dilontarkan itu ternyata ada beberapa makna dari senyuman yang bisa ditangkap. Ada senyum keterpaksaan, ada senyum yang tulus, ada senyum yang memang manis dan ada senyum hanya untuk bersolek.
Saronco Sarome bune wua sarume. Senyum seperti buah ceremei. meskipun kecut tetapi tetap manis dipandang. Sarome ome labo woi di imi. Artinya senyum simpul dengan bibir dikulum. Hal ini menunjukkan sikap malu malu tapi mau dari seorang gadis.
Sarome nari labo ndawi nara. artinya senyum simpul sambil bersolek. Makna senyum ini menunjukkan bahwa si gadis sedang mencari perhatian. Sarome maci ne e di meci. Senyum manis ingin disayang. Hal ini menunjukkan bahwa si gadis juga ingin disayang.
Senyum adalah ibadah. Maka tersenyumlah dalam keadaan apapun agar indah dipandang dan menyenangkan hati yang melihatnya.Senyum adalah lambamg keramahan. Ramah terdiri dari tiga bentuk yaitu dalam bantuk kata dan ucapan. Dalam bentuk perbuatan dan sikap serta dalam bentuk cara berpakaian.
Ramah dalam kata dan ucapan hendaknya selalu diwujudkan dengan ucapan yang baik dan sopan santun serta menggunakan kata dan kalimat yang baik, rendah diri dan menyejukkan orang yang mendengarkannya. Ramah dalam perbuatan diimplementasikan dengan sikap dan prilaku yang baik sesuai norma agama dan adat istiadat bermasyarakat. Pancaran ramah juga terlihat dari tata busana seseorang yang tentunya sesuai dengan kaidah kaidah berpakaian yang islami dan menutup aurat.
Mari amalkan Senyum, Sapa, Salam. Saronco Sarome dalam derap hidup ini. Ada pesan leluhur Dana Mbojo " Dula pu Labo Saronco Sarome " pulanglah dengan senyum. Hal ini memberikan pesan bahwa jika kita meninggalkan dunia ini dengan Senyum yang menjadi penanda bahwa segala amalan kita diterima oleh Allah SWT dan kita meninggal dalam keadaan Khusnul Khatimah.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.