f Mbeca Wombo - BIMASUMBAWA.COM | Budaya dan Pariwisata

Header Ads

Mbeca Wombo


Mbeca berarti basah. Wombo berarti kolong rumah. Pada masa lalu, rumah masyarakat Bima adalah rumah panggung dan memiliki kolong atau ruang tempat penyimpanan berbagai macam peralatan dan kebutuhan rumah tangga. Di kolong atau wombo ini biasanya disimpan alat alat pertanian seperti bajak, pukat atau jaring bagi nelayan, tembilang,cangkul dan bahkan padi atau bahan makanan lainnya. Bahkan di dalam kolong rumah disimpan tempat tidur untuk sekedar beristirahat. Di beberapa kolong rumah juga digali semacam lubang unruk mengeram buah buahan terutama pisang atau mangga dan bahkan digunakan untuk membuat tape. Kolong rumah juga digunakan untuk menyimpan ternak seperti ayam, kambing dan biri biri. Kolong rumah di masa silam sangat multi fungsi bagi kehidupan Dou Mbojo.

Lalu bagaiman dengan " Mbeca Wombo"?. Istilah ini adalah perumpamaan untuk seseorang yang kaya dan darmawan. " Dou Ma Mbeca Wombo" atau orang yang basah kolong rumahnya yang dikonotasikan dengan kekayaan dan kedermawanan.

Mbeca Wombo menjadi salah satu ciri atau syarat kepemimpinan sebagaimana tertuang dalam falsafah Nggusu Waru atau delapan ciri kepemimpinan di tanah Bima. Sesorang pemimpin selayaknya adalah orang kaya dan dermawan, sehingga diharapkan dengan kekayaan itu dia tidak melakukan penyelewengan dan bisa menyumbang dan mendermakan kekayaannya untuk rakyat. Itu adalah idealisme yang terkandung di dalam Nggusu Waru bahwa seseorang harus kaya dan dermawan. Tetapi pada kennyataannya cita cita ini jarang sekali ditemukan dalam sejarah kepemimpinan. Karena keserakahan selalu menjadi domain dalam ranah kekuasaan.

Mbeca Wombo dalam konteks ini adalah Dou Ma Ntau Labo Wara atau yang biasa disebut dalam bahasa Bima Ntau ra Wara. Dou Mantau artinya orang yang punya. Labo Wara artinya dengan ada. Jadi Dou Ma Ntau labo wara adalah orang yang punya sekaligus ada. Ntau ra wara berarti punya dan ada. Ungkapan ini bermakna bahwa seseorang itu tidak hanya punya tetapi juga ada. Punya artinya memiliki harta kekayaan. Wara berarti ada yang akan diberikan atau didermakan untuk yang membutuhkan. Jadi Ntau ra wara adalah kaya dan dermawan. Jika ada saja, tetapi tidak ada niat untuk memberi dan berbagi, maka belum bisa dikatakan orang itu mbeca wombo.

Penulis : Alan Malingi 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.