f Misteri Rumah Wakaf - BIMASUMBAWA.COM | Budaya dan Pariwisata

Header Ads

Misteri Rumah Wakaf


Saat ngobrol dengan Ibu HjSiti Maryam R Salahuddin di Samparaja beberapa tahun lalu, terkuak bahwa pada masa pemerintahan Sultan Ibrahim (1881-1915) terdapat sebuah Rumah Wakaf yang dibeli kesultanan Bima di kota Suci Mekkah seharga 3.500 Ringgit. Rumah wakaf tersebut dihajatkan untuk asrama bagi para jamaah haji asal Bima dan para pelajar Bima yang menuntut ilmu di Arab Saudi. Tidak hanya itu,Sultan Ibrahim juga memberikan bea siswa khusus kepada para pelajar dan mahasiswa Bima yang belajar di Mekkah maupun Madinah. Sumber dananya adalah dari Dana Ngaji dan Dana Pajakai ( Sawah Keluarga Sultan).
Ketika Ibu Maryam berangkat haji tahun 1982, rumah wakaf itu masih berdiri kokoh berlantai enam di jalan Gajah No. 5 Mekkah dan sangat dekat dengan Masjidil Haram. Pada tahun 1997, Pemerintah Otoritas Makkah meminta ijin kepada ahli waris kesultanan Bima untuk membongkar bangunan tersebut karena perluasan masjidil haram dan menggantinya di areal di luar kawasan masjidil haram. Lalu otoritas Makkah menggantinya dengan dua bangunan berlantai lima di luar kawasan Masjidil Haram.
Ketika kunjungan Direktur Sejarah Kemdikbud RI, mempertanyakan dokumen-dokumen asli tentang pembelian rumah wakaf tersebut dan dimana serta siapa yang menempati dua bangunan yang diganti oleh otoritas Mekkah tersebut. Saat ini Ibu Maryam kesulitan mencari dokumen tersebut dan melacak dimana dan siapa yang menempati rumah wakaf tersebut.
Menurut pengakuan beberapa orang Bima yang saat ini masih menetap di Makkah, rumah tersebut masih ada dan ditempati oleh orang-orang Bima. Kita Doakan semoga dokumen asli berkaitan dengan pembelian rumah wakaf tersebut ditemukan kembali. Karena itu adalah satu-satunya alat bukti yang saat ini diminta oleh otoritas Makkah kepada Pemerintah Republik Indonesia. Sehingga Rumah Wakaf itu tidak menjadi misteri dan hilang dalam serpihan sejarah Bima.

Penulis : Alan Malingi 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.