f Karakter Dalam Bahasa - BIMASUMBAWA.COM | Budaya dan Pariwisata

Header Ads

Karakter Dalam Bahasa


Bahasa menunjukkan bangsa. Dari bahasa orang dapat mengetahui adat istiadat dan karakter suatu masyarakat. Karena bahasa dan budaya lahir bersama masyarakat pendukungnya.Bahasa Bima atau nggahi Mbojo memiliki karakter yang kuat dan seirama dengan sikap dan karakter masyarakatnya yang keras, jujur dan terbuka, gagah berani, patuh serta teguh dalam memegang prinsip. Perwujudan dari karakter itu tampak secara gamblang dari kekuatan kata kerja dasar dari bahasa Bima yang tidak luluh meskipun mendapatkan awalan, akhiran maupun imbuhan. Seluruh kata kerja dasar tidak mengalami perubahan setelah mendapatkan awalan maupun akhiran.
Misalnya kata " Mbei " yang berarti Beri. Jika ingin dijadikan kata memberi, maka kata kerja dasarnya tidak berubah. Demikian pula jika diberi awalan "di" yang berarti diberi, kata kerja dasarnya tidak berubah.Dalam penyusunan kalimat Tata Bahasa Bima, awalan "me" biasanya mendapat tambahan kata " ma" pada kata " mbei" yang berarti memberi atau yang memberi dan biasanya diakhiri kata "na". Tetapi kadang kadang tidak diberi akhiran "na". Misalnya pada kalimat " Nahu ma mbei na Oha Sia " artinya Saya yang memberi nasi dia."
Untuk menjadikan awalan "di" maka diberikan awalan "ra" dan diakhiri dengan "ba".Misalnya dalam kalimat " Oha Sia ra mbei ba nahu "artinya nasi dia (nasi nya) diberikan oleh saya. " Awalan "ra dan akhiran "ba" berarti di dan oleh. Menurut Ibu Yuri dari Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat, Bahasa Bima memiliki katakter tersendiri dan menjadi pertemuan arus peradaban dari Barat, timur dan utara(Sulawesi). Bahasa Bima tidak berafiliasi dengan kelompok Bahasa di sebelah baratnya seperti Sumbawa dan Lombok, namun lebih banyak berafiliasi dengan Bahasa di Timur dan Sulawesi. Penelitian pakar Linguistik seperti Esser, Fernandes dan Dr. Syamsuddin bahwa Bahasa Bima dikelompokkan dalam Sub rumpun Bima-Sumba..
Disamping kekuatan pada kata kerja dasar, Bahasa Bima tidak mengenal huruf mati. Kata katanya tidak pernah mati. misalnya Sumpah menjadi sumpa. Gajah menjadi Gaja. Putar menjadi Puta dan banyak contoh lainnya.. Jika dikaitkan dengan karakter Bima dalam kisah Pandawa, dimana Sang Bima berkarakter gagah berani,keras, jujur, rendah hati dan tidak menelan ludah sendiri, maka pemberian nama Bima pada daerah ini disamping nama Mbojo sejalan dengan karakter linguistik dan kepribadian masyarakatnya. Saya mengaitkan kekuatan kosa kata dengan Bima hanyalah sebuah HiPOTESA ( kesimpulan sementara ) yang perlu digali lebih lanjut.(alan)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.