f Wadu Pa'a Dan Heterogenitas Bima - BIMASUMBAWA.COM | Budaya dan Pariwisata

Header Ads

Wadu Pa'a Dan Heterogenitas Bima

Situs candi tebing ini adalah perpaduan siwa dan budha. Hal ini terlihat dari reliaf-reliaef, lingga,yoni,ganesha,catra dan berbagai atribut hindu dan budha yang tersebar baik di sisi selatan maupun utara Wadu Pa'a. Situs ini tidak saja penting bagi sejarah untuk mengurai hubungan Bima dengan Jawa,Majapahit dan kerajaan lainnya di nusantara. tapi memberikan kita pelajaran bahwa sejak berabad abad silam Bima adalah daerah yang heterogen baik dari sisi religius maupun sosial bidaya.

Dari Wadu pa'a kita bisa mengetahui bahwa masyarakat Bima itu toleran. Situs ini memberikan bukti bahwa orang-orang  hindu,budha.dan berbagai ajaran lainnya telah masuk ke Bima sejak berabad abad silam. Meski ada situs.hindu, namun tidak ada satupun catatan bahwa org Bima penganut hindu terutama pada masa kerajaan. Masyarakat bima dan rajanya tetap menganut keyakinan makamba makimbi, parafu dan marafu. tapi toleran dengan penganut lainnya.

Pemerhati Sejarah dan Budaya Bima Alan Malingi mengemukakan, dalam berbagai literature sejarah, Situs Wadu Pa’a (Batu Pahat) merupakan salah satu situs Candi Tebing yang memiliki nilai histrois yang cukup tinggi. Wadu Pa’a merupakan tempat pemujaan agama Budha, atau mengandung unsure Budha dan Siwa.”B Hal itu diperkuat dengan ditemukannnya Relief Ganesha, Mahaguru, Lingga-Yoni, relief Budha(Bumi Sparsa Mudra), termasuk stupa yang menyerupai bentuk  stupa Goa Gajah  ali atau stupa-stupa di Candi Borobudur yang berasal dari abad X. “ Tutur Alan. Dikatakannya, hal itu didukung dengan terteranya Candrasangkala pada prasasti yang berbunyi Saka Waisaka Purnamasidi atau tahun 631 Caka yang disesuaikan dengan tahun 709 Masehi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.